Home arrow KATA Peduli
   
 
Main Menu
Home
News
Produk Terbaru
Promo
Galeri KATA
Tas Seminar dan Promosi
Tas Laptop
Kaos
Topi
Craft & Souvenir
KATA Peduli
KATA Peduli
 
   
 
 
 
 
 
MARI KITA PEDULI
Sumbangan Beras ke Srumbung
KATA Peduli

merapi01.jpg

 

YOGYAKARTA  (24 Desember 2010) - Komunitas Kata Peduli hari Jumat ini melanjutkan kegiatan Peduli Korban Merapi dengan memberikan bantuan berupa bahan pokok makanan, terutama beras kepada korban di Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan ini disponsori mitra Kata Peduli dari Belanda, Mr Renee Alders.

Penyerahan sumbangan dari pengusaha yang memfokuskan pada kerajinan Yogyakarta dan Bali yang bernaung di bawah bendera Wisnu Impor ini diserahkan langsung perwakilan Yogyakarta, Wisnu Wardhana didampingi Mitro Winarno dari Kata Peduli.

"Pak Renee berkenan memberikan sumbangan beras sejumlah setengah ton lebih (544 kg) kepada korban Merapi di daerah Srumbung, yang telah kami survei bersama-sama antara Bapak Renee dan Kata Komunitas, dua minggu lalu. Kami berharap dengan bantuan ini bisa meringankan beban korban Merapi yang bermukim di sekitar Kali Putih tersebut," kata Wisnu Wardhana.

Sementara itu Mitro Winarno yang memotori survei lokasi ke wilayah ini mengemukakan sudah menghubungi aparta desa dan posko mandiri untuk bantuan yang didirikan desa tersebut. "Kami sudah survei sejak sepekan setelah erupsi Merapi. Sebelumnya, kami juga menggalang warga desa lain di wilayah Secang dan Grabag untuk mengumpulkan bantuan, yang hasilnya sudah kami serahkan. Semoga dengan adanya dukungan dari Mr Renee ini bisa meringankan beban dan Kata Peduli tetap akan terus berupaya ambil bagian dalam kegiatan sosial ini," kata Mitro. 

Bantuan dibawa langsung dari Yogyakarta Jumat pagi pukul 08.30 WIB dengan menggunakan mobil dan rombongan langsung berangkat ke Srumbung, Magelang, Jateng. (kc-ap)

 
Laporan Sumbangan Kata Peduli
KATA Peduli

Sebelumnya kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh partisipan kegiatan Kata Peduli.

  laporan-1.jpg

Sejak Gunung Merapi meletus tanggal 26 Oktober 2010 lalu, Kata Peduli membuka peluang bagi insan peduli yang menyalurkan bantuannya melalui Kata Komunitas. Dalam pelaksanaan di lapangan (pendataan dan penyalurannya) bekerjasama dengan Djitoe Pemuda Mlati, Sleman, Yogyakarta.
Data Relawan
1. Kata Peduli : 2 orang
2. Pitoe Pemuda Mlati : 27 orang

Data Penyumbang:
1. Keluarga Bapak Arifin  (Cibubur dan Yogyakarta): 115 bungkus nasi
2. PT Cipta Mustika dan Hotel Menara Peninsula Jakarta:
     - Masker (500), pakaian pantas pakai (1 koli), makanan Batita (300), alat gambar dan sarana bermain (300), buku bacaan (1 koli) dan uang Rp 500 ribu.
3. Ibu Martina Widjaja Jakarta: Tiga karung pakaian dalam wanita dan anak-anak serta 10 kardus makanan dan susu anak Batita


Distribusi sumbangan:
1, Nasi kotak 115 ke pengungsi di GOR KONI Sleman
2. Masker, sarana bermain dan menggambar, makanan bayi, dan buku bacaan kepada pengungsi di Masjid Agung Sleman
3.Pembelian gelas sebanyak 12 lusin kepada pengungsi di Masjid Agung Sleman
4, Pembelian Sembako dan penyerahan makanan bayi kepada keluarga Kadir di Ds Mediyunan, Muntilan, Magelang)
5. Bantuan Ibu Martina disumbangkan ke Klaten bersama relawan yang dikoordinir Ibu Dina di Jl Cemara No.6, Klaten (menampung 117 warga dari desa Karangnongko yang terkena gempa). Serta disumbangkan ke Magelang bersama relawan Djitoe Pemuda Mlati.


6. Sisa dana   hari Sabtu sore: Rp 50.000 digunakan untuk menyumbang bensin bagi relawan yang mengantarkan ke Klaten dan Magelang ditambah sumbangan Kata Komunitas Rp 150.000

 

 
Kata Peduli Merapi
KATA Peduli

 kata-komunitas.jpg

Gunung Merapi yang masih terus menyemburkan awan panas sejak 26 Oktober 2010 lalu, tidak hanya memorakporandakan Yogyakarta, tetapi juga Magelang, Boyolali, dan Klaten. Lebih dari 200.000 pengungsi membutuhkan penanganan yang serius. Meski hanya sekelumit, kami juga melakukan upaya penggalangan bantuan bagi para pengungsi. Bantuan bisa dikirimkan dalam bentuk barang maupun uang. Sebagai pertanggungjawaban, kami akan membuat laporan mingguan yang akan kami muat di website ini (nama penyumbang, mekanisme bantuan dan lokasi  penyerahan bantuan). 

Bantuan bisa dikirim ke:

Kata Peduli
Jl Parangtritis 52, Prawirotaman, Yogyakarta
CP: Amin Pujanto (0817781366), Mitro Winarno (081519319500)

Pitoe Pemuda Mlati
Jl Mawar, Sendangadi, Sleman, Yogyakarta
CP: Edy Kusmarwanto (08157904921) / Riyo (085643493191)

Bagi yang mau mengirimkan uang, bisa dikirim via rekening:

BCA: No 2721030751 (Amin Pujanto)


Mandiri No: 1360005104887 (Winarno)

Segera kabarkan kepada kami jika Anda mengirimkan bantuan dalam bentuk uang supaya dapat segera kami masukkan dalam kas untuk didistribusikan kepada para pengungsi.

 

Mari berbagi.

Kata Peduli

This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

 
Eceng gondok (Water Hyacinth)
KATA Peduli

eceng-gondok-rawa-pening.jpg

 ECENG GONDOK

 Eceng Gondok (Latin: Eichhornia crassipes) atau sering disebut juga Enceng Gondok adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di Dayak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe

Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang botanis berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil.

Read more...
 
Hutan Lindung seharga Pisang Goreng
KATA Peduli

Presiden Jual Hutan Lindung seharga Pisang Goreng

Siaran Pers Bersama Terkait PP No 2 Tahun 2008 (Hutan Lindung Disewakan Murah)
JATAM, WALHI, Huma, Sawit Watch

hutan_kaliurang.jpgJakarta- 16/2/2008- WALHI, JATAM, HUMA, SAWIT WATCH mengecam keras dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2008 tentang Jenis dan tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berasal dari penggunaan Kawasan Hutan untuk Kepentingan Pembangunan di Luar Kegiatan Kehutanan yang Berlaku pada Departemen Kehutanan.dalam peraturan itu, pemerintah telah mengizinkan pembukaan hutan atau pengalihfungsian hutan untuk kepentingan ”pembangunan” dan investor dengan tarif Rp 1,2 juta per hektar pertahun hingga Rp 3 juta per hektar per tahun, atau Rp 120 per meter hingga Rp 300 per meter!!

Read more...
 
 
   
     
 
 
  Design by Arifin © 2008 www.webkata.net